Sampai saat ini pertanyaan dan perdebatan seputar apakah Yesus benar-benar Tuhan?? Masih saja menjadi topic yang kadang hangat untuk dibicarakan namun juga terkadang malas untuk dibahas. Sampai kemudian ada motto “udah dech..ikut jalan masing-masing ajah” atau “gak mau tau ah, agamamu agamamu, agamaku agamaku”. Tetapi disisi lain ada juga yang dengan tegas memberi komentar “ kalau Yesus itu Tuhan kenapa ia harus mati, kenapa ia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri ketika ia disalibkan, mengapa Allah sendiri menyebutnya ‘anak’?” . Lalu kemudian ada yang mencoba menjawab “Yesus itu Tuhan, karena hanya Yesus yang datang dari surga lalu mati tetapi kemudian bangkit lalu naik ke sorga kembali” dan masih banyak berbagai macam pendapat lagi tentang Yesus.
Itulah sebabnya saya tertarik untuk membuat blog tentang apakah benar Yesus itu Tuhan, atau hanya manusia biasa, atau hanya utusan ALLah belaka. Saya tidak menyampaikan pendapat saya dengan mengusung teks-teks Alkitab atau teks-teks Alquran atau teks-teks lainnya yang mungkin hanya akan menambah sumber perdebatan lalu akhirnya berakhir pada saling menjelekkan dan saling mengecam. Namun tidak tertutup kemungkinan di kemudian hari saya akan menyertakan teks-teks Alkitab atau Al-quran dalam tulisan-tulisan saya yang lainnya. Saya menyampaikan tulisan saya berikut ini berdasarkan pengamatan akal sehat yang tentunya dituntun oleh Roh Allah yang dimulai dari mari bersama-sama melihat dari sejarah penciptaan manusia.
Pada mulanya Allah menciptakan Adam dan Hawa dan seisi bumi. Singkat cerita Allah memberi kuasa pada Adam dan Hawa untuk berkuasa atas binatang-binatang dan segala tumbuh-tumbuhan. Singkat cerita pula kemudian Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan keturunannya pun tidak lagi hidup di dalam Allah dan ketetapan Allah. Sampai kemudian Allah memilih Abraham untuk menjadi bapa orang percaya. Karena Allah tetap pada misiNya yaitu manusia diciptakan untuk menjadi saksi bagi keberadaan Allah, karena jika tidak demikian lalu untuk apakah manusia diciptakan? Dari abrahamlah kemudian menjadi awal cikal bakal bangsa Israel. Yaitu bangsa yang dipilih oleh Allah menjadi saksi tentang keberadaan Allah dan untuk beriman kepada Allah yang hidup. Itulah sebabnya kita banyak mendengar tentang penyertaan Allah terhadap bangsa Israel ketika mereka keluar dari penindasan Mesir. Tetapi kemudian bangsa Israelpun gagal menjadi saksi Allah. mereka lebih memilih memuja dewa dan allah-allah bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah yang banyak tersebar di sekitar mereka. Mereka justru jatuh dalam berbagai dosa dan hidup sama bahkan lebih buruk dari pola hidup bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pada saat itu. Sehingga semua manusia telah berdosa dan telah patut dihukum karena dosa-dosanya-TETAPI
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini maka Ia memberikan Anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Satu hal yang perlu diingat dan digarisbawahi, pernyataan ini bukanlah untuk menjadi alasan menyatakan Allah itu ber-anak, karena Allah sendiri memilih Maria yg masih perawan untuk mengandung dan melahirkan Yesus, tanpa melalui proses persetubuhan seperti yang seharusnya terjadi untuk proses kehadiran seorang anak. Akan tetapi Allah melakukan ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa anak itu adalah Allah sendiri yang turun kedunia dalam rupa manusia. karena Allah itu bersifat Roh, tidak berdaging, tidak bertulang, tidak berbentuk, tidak dapat dilihat kasat mata manusia, sedangkan upah dosa adalah maut maka proses penyelamatan manusia dari kematian kekal karena dosa-dosanya harus dilakukan secara nyata, lunas dan tuntas. Ini adalah hal yang sangat serius bagi Allah. Dapatkah kita bayangkan bersama jika anak kita terbukti bersalah pada suatu kejahatan dan kita tau hukumannya adalah kematian akibat kejahatannya bukankah kita akan sangat merasa sedih dan melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan anak kita bahkan tidak tertutup kemungkinan kita rela menggantikan posisi anak kita menjalani hukumannya. Demikian jugalah yang dilakukan oleh Allah. Allah turun tangan langsung untuk menyelamatkan manusia, yaitu menjadi manusia agar menjadi orang yang akan menanggung hukuman yang seharusnya ditanggung manusia berdosa agar manusia menjadi selamat. Dengan demikian jika akar dari dosa manusia adalah kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa maka demikianlah Allah bertindak menjadi manusia dalam rupa Yesus menjadi 1 sumber dari keselamatan untuk umat manusia yang berdosa. Jadi benarlah sejak semula Allah turun ke dalam dunia menjadi Yesus, memang Ia dipersiapkan untuk menjadi korban terakhir bagi manusia berdoa. Menjadi korban bagi umat manusia yang diciptakan dan dikasihiNya. Itulah sebabnya disebut Allah itu kasih karena Ia rela mati untuk keselamatan orang berdosa. Karena itu pulalah Alkitab berkata setelah Yesus tidak ada lagi korban penghapus dosa, karena semuanya telah genap lunas di dalam Yesus. Itulah sebabnya kita tidak lagi melakukan hari raya kurban untuk acara symbol penghapusan dosa, karena Yesus sendiri telah menjadi korban. Lalu mengapa kemudian Yesus dipercaya sebagai Tuhan? Tidak cukupkah Ia dipandang hanya sebagai utusan? Tidak cukupkah Ia dipandang hanya sebagai putra Allah yang maha kudus? TIDAK!!!!!! Karena dari semula Allah itu adalah satu!! !! dan kita percaya itu bahwa Allah itu ESA. Maka Kembali saya tekankan bahwa Allah itu bersifat Roh, tidak dapat dilihat oleh kasat mata manusia, dan tidak dapat menjalankan proses penyelamatan manusia secara lunas dan tuntas jika Ia tetap dalam rupa Allah yang adalah Roh, sedangkan dosa harus diselesaikan, manusia harus mati karena dosanya, maka nyawa manusia yang seharusnya dihukum harus diganti dengan nyawa orang yang mau menjadi korban bagi orang berdosa itu. itulah sebabnya Allah itu mengambil rupa sebagai manusia Yesus, untuk menjadi korban menggantikan manusia yang seharusnya mati karena dosa-dosanya sendiri. Jika kemudian dalam ilmu theologia disebutkan bahwa Yesus itu 100% Allah dan 100% manusia adalah untuk membantu kita melihat dengan sederhana siapakah sebenarnya Yesus itu. Yesus sebagai 100% manusia telah menyelesaikan tugasNya dengan tuntas dan sukses tetapi proses penyelamatan belum berhenti sampai disini itulah sebabnya Yesus bangkit dari kubur yang mana sekalipun para ilmuwan dan cendekiawan berusaha membalikkan fakta bahwa sebenarnya mayat Yesus tidak benar bangkit tetapi mayatnya dicuri dan disembunyikan namun fakta tetap lah nyata, sejarah membuktikan bahwa Yesus memang benar bangkit bahkan bertemu dengan beberapa orang setelah kebangkitanNya yang kemudian menjadi saksi dari kebangkitan Yesus. Dalam hal ini ke 100% an Yesus sebagai Allah berperan nyata, karena seharusnya Ia mati dan tetap mati karena Ia 100% manusia tetapi Allah tetaplah Allah karena itu IA bangkit. Lalu apa yang terjadi,apa hubungannya dengan keselamatan manusia? Manusia yang telah diselamatkan harus tinggal bersama-sama dengan penyelamatnya itulah sebabnya Kemudian Yesus naik ke surga karena memang tempatNya disana, karena memang Ia adalah Allah dan karena Ia akan menggenapi janjiNya, yaitu menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya pada proses penyelamatan yang telah IA kerjakan-AMIN MARANATHA!!!! Selamat menerima anugerah keselamatan yang telah dilakukan Yesus dengan tuntas kepada kita dengan percaya kepada-Nya, menyembah dan mengasihi serta hidup di dalam firmanNya maka kelak kita akan berkumpul bersama-sama di surga karena disanalah tempat Allah di dalam Yesus dan semua orang percaya.

1 comments:
thanks, im blessed!!! nice blog